Menguak Kronologis Janji SMA 3 Kampar: Ketua Yayasan Muhammad Rais, S.Pd. Diduga “PHP” dan Telantarkan Hak Belajar Siswa Tempatan

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyat monitoring.ComKAMPAR 

Pelaksanaan awal tahun ajaran baru 2026/2027 di Kabupaten Kampar diwarnai riak polemik serius terkait komitmen moral institusi pendidikan terhadap warga tempatan. Manajemen SMA 3 Kampar kini menjadi sorotan tajam akibat mencuatnya dugaan skenario pemberian harapan palsu (PHP) dan aksi buang badan dari pucuk pimpinan yayasan.

Langkah hukum dan kontrol sosial yang diperjuangkan oleh wali murid, Nando, demi memasukkan anaknya, Marpel Gulo, ke sekolah tersebut ditegaskan murni atas dasar kedaruratan logistik dan efisiensi jalur transportasi keluarga yang satu arah, sekaligus mematahkan opini keliru yang mencoba menggiring isu ini ke ranah ketidakmampuan finansial.

Kronologis Janji dan Dugaan Skenario Keberpihakan Semu

Berdasarkan fakta jurnalistik yang dihimpun di lapangan, komitmen ini bukan riak sepihak, melainkan janji yang telah dikunci jauh-jauh hari sebelum Marpel Gulo lulus dari SMP Negeri 6. Kepala Sekolah SMA 3 Kampar, Pak Agus, secara langsung mengarahkan pihak keluarga untuk mendaftarkan sang anak ke sekolah tersebut.

Dinamika mulai bergeser saat Pak Agus dilaporkan jatuh sakit dan tidak dapat ditemui, sehingga urusan kedaruratan ini dialihkan ke tingkat birokrasi tertinggi. Nando berinisiatif melakukan pertemuan tatap muka langsung dengan Ketua Yayasan, Muhammad Rais, S.Pd..

Dalam pertemuan itu, Muhammad Rais, S.Pd. secara meyakinkan memberikan “angin segar” dan menyanggupi secara lisan untuk mengamankan satu slot kuota demi menyelamatkan hak pendidikan anak tempatan tersebut. Berpegang pada kredibilitas gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) sang Ketua Yayasan, pihak keluarga sempat bernapas lega.

Pola Pembiaran dan Sikap Buang Badan Birokrasi

Namun, dugaan siasat pengelabuan mulai terendus begitu lonceng tahun ajaran baru berbunyi. Secara mendadak, manajemen sekolah membatalkan komitmen tersebut sepihak dengan tameng teknis bahwa sistem Dapodik pusat telah terkunci rapat di angka 40 siswa per kelas.

Baca Juga:  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Kekecewaan publik semakin memuncak saat Nando kembali menagih pertanggungjawaban moral tersebut. Melalui pesan tertulisnya, Ketua Yayasan Muhammad Rais, S.Pd. justru memperlihatkan sikap antipati birokrasi dengan melempar balik tanggung jawab kepada bawahannya yang sedang terbaring sakit keras.

Nando mengungkapkan kekecewaannya, menilai sikap yayasan sengaja mempermainkan psikologis anaknya dengan melempar tanggung jawab ke Kepala Sekolah yang sedang sakit. Pihak keluarga menegaskan tidak ada niat merusak sistem Dapodik, melainkan memohon kebijakan diskresi agar anaknya bisa belajar, sembari menunggu penyelesaian masalah transportasi. Hingga berita ini diturunkan, Muhammad Rais, S.Pd. selaku Ketua Yayasan belum memberikan klarifikasi resmi atau solusi atas nasib pendidikan anak tempatan tersebut. (Red/BasmiNusantara)

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SMKN 1 Pangkalan Kerinci Kirim Wakil Riau ke LKS Nasional 2026
Semaraknya “Lomba Mewarnai Anak Bersama Na Willa” Yang Di Selenggarakan SGM Dan Indomaret Tampak Antusias dan Penuh Semangat
Dr Karmila Sari Pandu Forum Nasional Bahas Harga Satuan Pendidikan dan Kuota Perempuan
Tanamkan Semangat Belajar dan Disiplin, SDN 021 Bagan Barat Gelar Upacara Awal Tahun Ajaran Baru
SDN 021 Bagan Barat Gelar Upacara Perdana Tahun Ajaran Baru, Tanamkan Disiplin dan Karakter Positif kepada Siswa
IKA FEB UNILAK Apresiasi & Dukung Langkah Kortastipidkor Polri dalam Mengusut secara Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Batubara PLTU
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMRI Gelar Sosialisasi Bela Negara di Tengah Modernisasi di Panti Asuhan As-Salam Nur Hidayah
Prestasi Kian Gemilang, SMA Negeri 1 Pekanbaru Semakin Diminati pada SPMB 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:14 WIB

SMKN 1 Pangkalan Kerinci Kirim Wakil Riau ke LKS Nasional 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:24 WIB

Semaraknya “Lomba Mewarnai Anak Bersama Na Willa” Yang Di Selenggarakan SGM Dan Indomaret Tampak Antusias dan Penuh Semangat

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:09 WIB

Dr Karmila Sari Pandu Forum Nasional Bahas Harga Satuan Pendidikan dan Kuota Perempuan

Senin, 13 Juli 2026 - 07:04 WIB

Tanamkan Semangat Belajar dan Disiplin, SDN 021 Bagan Barat Gelar Upacara Awal Tahun Ajaran Baru

Senin, 13 Juli 2026 - 05:36 WIB

SDN 021 Bagan Barat Gelar Upacara Perdana Tahun Ajaran Baru, Tanamkan Disiplin dan Karakter Positif kepada Siswa

Berita Terbaru

Pendidikan

SMKN 1 Pangkalan Kerinci Kirim Wakil Riau ke LKS Nasional 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:14 WIB