Rakyat Monitoring.Com| Pekanbaru
Meskipun hujan telah mengguyur sejumlah wilayah kabupaten/kota di Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir, Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin terus menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif sekaligus mendukung percepatan pembasahan lahan dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).(15/9)
Bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin terus memantau perkembangan dinamika atmosfer dan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Provinsi Riau. Kondisi cuaca yang diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan, terutama di sejumlah wilayah utara dan timur Riau, menjadi peluang untuk mengoptimalkan potensi hujan guna mendukung pembasahan lahan, khususnya wilayah gambut.
Berdasarkan rekapitulasi kegiatan OMC di Provinsi Riau, pelaksanaan OMC menggunakan pesawat PK-SNM pada periode 30 Juli hingga 7 September 2026 telah mencapai 108 jam 14 menit waktu terbang dengan total 49 sortie. Dalam pelaksanaan tersebut, sebanyak 49.000 kilogram bahan semai NaCl telah digunakan untuk mendukung kegiatan penyemaian awan potensial.
Selanjutnya, pada periode 9 hingga 14 September 2026, pelaksanaan OMC menggunakan pesawat PK-SNP telah mencapai 28 jam 42 menit waktu terbang dengan total 13 sortie. Adapun bahan semai NaCl yang digunakan dalam periode tersebut sebanyak 13.000 kilogram.
Dengan demikian, selama dua periode pelaksanaan tersebut, kegiatan OMC di Provinsi Riau telah dilaksanakan sebanyak 62 sortie, dengan total waktu terbang mencapai 136 jam 56 menit serta penggunaan bahan semai sebanyak 62.000 kilogram NaCl.
Penyemaian dilakukan dengan memanfaatkan awan potensial di wilayah lahan gambut serta kawasan yang masih terpantau memiliki titik panas (hotspot) di Provinsi Riau. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan peluang terjadinya hujan dan memperluas pembasahan lahan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla.
Pada 14 September 2026, kegiatan penyemaian OMC dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan hasil pemantauan, hujan terpantau terjadi di wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti pada hari yang sama.
Pelaksanaan OMC tersebut merupakan bagian dari upaya terpadu dalam penanganan Karhutla di Provinsi Riau. Sinergi antara Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin, BMKG, BNPB, serta pihak terkait lainnya terus diperkuat untuk mengoptimalkan pemanfaatan kondisi atmosfer dalam mendukung pembasahan lahan dan menekan potensi berkembangnya Karhutla.
Melalui pelaksanaan OMC secara berkelanjutan, Satgas Udara Lanud Roesmin Nurjadin berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kondisi wilayah Riau, khususnya kawasan rawan Karhutla, agar tetap terkendali serta meminimalkan potensi munculnya titik api dan asap.***













