ARIECYBER|ROKAN HILIR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 agar berjalan secara transparan, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Sebagai bentuk pengawasan langsung di lapangan, Disdikbud Rohil menurunkan tim monitoring ke sejumlah sekolah guna memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
Tim monitoring yang terdiri dari Kabid Pembinaan Pendidikan SMP, Leo Alhaksbi, Kabid Pembinaan Pendidikan PAUD dan Pendidikan Non Formal, Sulfi, serta Kasi Kurikulum dan Penilaian SD Bidang Pembinaan Pendidikan SD, Mustapa, melakukan peninjauan ke SD Negeri 006 Bagan Barat. Kedatangan tim disambut langsung oleh Kepala Sekolah SD Negeri 006 Bagan Barat, Basri.
Pada hari kedua pelaksanaan SPMB, aktivitas pendaftaran masih terlihat ramai. Sejumlah orang tua datang membawa berkas administrasi guna mendaftarkan putra-putri mereka melalui jalur yang telah dibuka oleh panitia sekolah.
Selain melakukan pemantauan terhadap proses pendaftaran, tim juga menggelar koordinasi bersama pihak sekolah untuk membahas berbagai langkah strategis dalam memastikan seluruh tahapan SPMB berjalan efektif, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Usai melakukan monitoring di SD Negeri 006 Bagan Barat, tim melanjutkan peninjauan ke SMP Negeri 1 Bangko. Di sekolah tersebut, proses penerimaan murid baru juga berlangsung dengan tertib serta mendapat pengawasan langsung dari panitia pelaksana.
Mewakili Kepala Disdikbud Rohil, HM Nurhidayat, Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Leo Alhaksbi menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan pelaksanaan SPMB berjalan dengan baik dan kondusif.
“Hari ini kami melakukan monitoring langsung di dua satuan pendidikan, yakni SD Negeri 006 Bagan Barat dan SMP Negeri 1 Bangko. Dari hasil pemantauan, proses penerimaan murid baru berjalan lancar, aman, dan sesuai tahapan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Leo menjelaskan bahwa pada tahap kedua ini penerimaan peserta didik baru dilaksanakan melalui jalur Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi. Menurutnya, pelaksanaan yang berpedoman pada aturan dan petunjuk teknis menjadi kunci utama untuk menciptakan proses seleksi yang adil dan akuntabel.
“Kami berharap seluruh proses berjalan sesuai regulasi yang berlaku sehingga peserta didik yang diterima benar-benar memperoleh hak pendidikan yang layak serta mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Rokan Hilir,” katanya.
Lebih lanjut, Leo mengingatkan seluruh panitia SPMB di sekolah agar senantiasa mengedepankan profesionalisme dan berpedoman pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami tidak menginginkan adanya persoalan yang dapat menghambat jalannya penerimaan peserta didik baru. Oleh karena itu, seluruh panitia harus bekerja sesuai aturan yang berlaku. Monitoring akan terus dilakukan selama proses SPMB berlangsung sebagai bentuk komitmen Disdikbud Rohil dalam menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan penerimaan murid baru,” tegasnya.
Melalui pengawasan yang berkelanjutan, Disdikbud Rohil berharap pelaksanaan SPMB Tahun 2026 dapat berjalan optimal serta mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.













