Lokakarya di UNTAD, Ini Kata PT. CPM di Depan Para Guru Besar dan Aktivis Sulteng

- Penulis

Minggu, 27 September 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMONITORING|PALU – PT Citra Palu Minerals (CPM) menyampaikan langsung penjelasan mengenai aktivitas pertambangan dan isu sosial-lingkungan dalam Lokakarya Forum Multi-Stakeholder Universitas Tadulako (Untad) bersama Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Kamis, 24 September 2026, di Palu.

Materi dari PT CPM disampaikan oleh General Manager (GM) External Affairs and Security PT Citra Palu Minerals, Amran Amier, di hadapan para guru besar, akademisi, aktivis, organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, mahasiswa dan pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran PT CPM dalam forum tersebut menjadi bagian penting dari diskusi yang secara khusus membahas berbagai hambatan sosial dan lingkungan dalam agenda hilirisasi, sekaligus bagaimana manfaat industri pertambangan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Amran Amier menyampaikan perspektif perusahaan mengenai kegiatan PT CPM di wilayah Poboya, termasuk aspek operasional, hubungan dengan masyarakat, keamanan, serta komitmen perusahaan terhadap pengelolaan aspek sosial dan lingkungan.

Penjelasan tersebut disampaikan di tengah munculnya berbagai sorotan publik terhadap aktivitas pertambangan PT CPM, khususnya terkait pengembangan tambang bawah tanah di Poboya.

Sebelumnya, aktivis mahasiswa Muhammadiyah, Moh. Naim Muttaqin, menyoroti rencana tambang bawah tanah CPM dan meminta agar aspek keselamatan serta risiko lingkungan menjadi perhatian serius. Sorotan tersebut antara lain mempertanyakan potensi dampak kegiatan pertambangan terhadap kawasan perkotaan Palu dan masyarakat di sekitarnya.

Dalam konteks tersebut, forum Untad menjadi ruang pertemuan antara pihak perusahaan dengan kelompok akademisi dan masyarakat sipil untuk membahas persoalan tersebut secara terbuka.

CPM Paparkan Perspektif Perusahaan

Dalam paparannya, Amran Amier menjelaskan posisi PT CPM sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan pertambangan mineral di Poboya dalam kerangka perizinan dan ketentuan yang berlaku.

Menurut perspektif perusahaan, aktivitas pertambangan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi mineral, tetapi juga mencakup pengelolaan hubungan sosial, aspek keselamatan, keamanan wilayah operasi, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Penjelasan itu menjadi relevan karena kegiatan pertambangan CPM berada di kawasan Poboya yang secara geografis berdekatan dengan kawasan perkotaan Palu.

Baca Juga:  Lanud Roesmin Nurjadin Gencarkan Pemadaman Karhutla, OMC Malam Hari Buahkan Hasil

Pada saat yang sama, pengembangan tambang bawah tanah CPM terus berlangsung. Perkembangan proyek tersebut menjadi salah satu bagian dari agenda pengembangan sumber daya mineral di Sulawesi Tengah.

Karena itu, forum Untad juga mempertemukan dua perspektif yang selama ini sering berjalan beriringan namun tidak selalu berada dalam ruang dialog yang sama: kepentingan investasi dan hilirisasi di satu sisi, serta kepentingan perlindungan lingkungan dan masyarakat di sisi lainnya.

Guru Besar dan Aktivis Berikan Catatan

Lokakarya tersebut tidak hanya menghadirkan pihak perusahaan. Sejumlah akademisi dan aktivis juga menyampaikan pandangan mengenai arah kebijakan hilirisasi di Sulawesi Tengah.

Persoalan lingkungan, manfaat ekonomi bagi daerah, pemberdayaan masyarakat, distribusi manfaat sumber daya alam, hingga tata kelola kebijakan menjadi bagian dari diskusi.

Sejumlah peserta juga menyoroti pentingnya transparansi data dan pengawasan terhadap kegiatan industri ekstraktif.

Dengan demikian, kehadiran Amran Amier mewakili PT CPM memberikan ruang bagi perusahaan untuk menyampaikan perspektifnya secara langsung di hadapan kalangan akademisi dan masyarakat sipil.

Forum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan industri pertambangan di Sulawesi Tengah kini tidak semata-mata dibicarakan dari perspektif produksi dan investasi, tetapi juga dari sisi tanggung jawab sosial, keberlanjutan lingkungan, keselamatan serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

Bagi PT CPM, dialog dengan perguruan tinggi dan masyarakat sipil menjadi bagian dari komunikasi publik mengenai kegiatan perusahaan.

Sedangkan bagi kalangan akademisi dan aktivis, forum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik dan catatan terhadap praktik hilirisasi yang sedang berlangsung di Sulawesi Tengah.

Diskusi di Untad akhirnya mempertemukan seluruh pihak pada satu kepentingan yang sama untuk memastikan bahwa agenda hilirisasi sumber daya alam di Sulawesi Tengah berlangsung dengan tata kelola yang transparan, memperhatikan aspek sosial dan lingkungan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (C)

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Kondusivitas Pemilihan Penghulu Serentak 2026, Polsek Bangko Amankan Enam Kepenghuluan
Tinjau Pilpeng Serentak 2026, Bupati H. Bistamam Pastikan Pemungutan Suara di Rohil Berjalan Aman dan Damai
Hari kedua Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Polda Riau dorong budaya tertib berlalu lintas
‎Buru Selatan Gelar Lomba Literasi 2026, Cetak Generasi Kreatif dan Literat
LPKA Tenggarong Bersama Mercy Ministry Latih Anak Binaan Olah Limbah Organik Menjadi Eco Enzyme
Kejati Riau di Minta Periksa Pj.Kades Dua Sepakat Yang Disinyalir Menjual Material PLTS Pasca-Kebakaran, Pj Kades Dua Sepakat Kita Jual Dari Pada Hancur
Pelantikan LAMR kecamatan tualang kabupaten siak berjalan dengan lancar dan penuh dengan khidmat
Iwan Pansa Arahkan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Diisi Aksi Nyata
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Jaga Kondusivitas Pemilihan Penghulu Serentak 2026, Polsek Bangko Amankan Enam Kepenghuluan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Tinjau Pilpeng Serentak 2026, Bupati H. Bistamam Pastikan Pemungutan Suara di Rohil Berjalan Aman dan Damai

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Hari kedua Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Polda Riau dorong budaya tertib berlalu lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:04 WIB

‎Buru Selatan Gelar Lomba Literasi 2026, Cetak Generasi Kreatif dan Literat

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:47 WIB

Kejati Riau di Minta Periksa Pj.Kades Dua Sepakat Yang Disinyalir Menjual Material PLTS Pasca-Kebakaran, Pj Kades Dua Sepakat Kita Jual Dari Pada Hancur

Berita Terbaru