Hari Mangrove Sedunia, Kapolda Riau “Dihadiahi” Dugaan Galian C Ilegal di Bengkalis, Komitmen Jaga Lingkungan Dipertanyakan

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyat monitoring.Com| BENGKALIS, 

Momentum Hari Mangrove Sedunia yang seharusnya menjadi simbol komitmen menjaga ekosistem pesisir dan lingkungan hidup justru diwarnai ironi di Provinsi Riau.

Di saat jajaran kepolisian menggaungkan pentingnya perlindungan lingkungan, Kapolda Riau seolah “dihadiahi” sekaligus “dicederai” oleh masih berlangsungnya dugaan aktivitas galian C ilegal di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

Aktivitas penambangan pasir yang diduga tanpa izin itu hingga Minggu (26/07/2026) masih terlihat beroperasi secara terbuka.

Fakta tersebut memunculkan sorotan publik, terlebih setelah konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Bengkalis telah disampaikan sejak Rabu (22/07/2026), namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan penegakan hukum di lapangan.

Pantauan tim JejakBeritaNews bersama Team menunjukkan puluhan truk bertonase besar masih keluar masuk lokasi mengangkut pasir. Aktivitas tersebut berlangsung tanpa tanda-tanda penghentian, meskipun diduga belum memiliki legalitas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Situasi ini dinilai kontras dengan komitmen Polri dalam mendukung perlindungan lingkungan hidup. Di tengah peringatan Hari Mangrove Sedunia yang mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kelestarian alam, dugaan aktivitas pertambangan ilegal justru masih berjalan di wilayah hukum Polres Bengkalis.

Dari hasil penelusuran di lapangan, seorang warga yang membuka warung di sekitar lokasi menyebut usaha penambangan pasir tersebut dikelola oleh seorang perempuan bermarga Manullang.

“Usaha tambang pasir ini punya Ibu Manullang,” ujar warga kepada awak media.

Ketika dikonfirmasi mengenai legalitas usaha, termasuk dokumen Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun izin lainnya, pihak yang disebut sebagai pengelola tidak memberikan penjelasan terkait substansi pertanyaan.

“Naikkan aja beritanya Pak, tempat kami sudah tutup sementara,” ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan kondisi yang disaksikan di lapangan.

Pada saat proses konfirmasi berlangsung, aktivitas pengangkutan pasir masih terlihat berjalan normal. Truk-truk pengangkut terus keluar masuk lokasi, sementara kegiatan penambangan diduga tetap berlangsung.

Baca Juga:  Kodam XIX/Tuanku Tambusai Dorong Persit Lebih Solid, Kreatif dan Mandiri

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan aparat penegak hukum terhadap dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin di Kabupaten Bengkalis. Hingga berita ini diterbitkan, belum tampak adanya tindakan penertiban yang dapat disaksikan secara langsung di lokasi.

“Hari Mangrove Sedunia seharusnya menjadi momentum memperkuat perlindungan lingkungan, bukan justru diwarnai dugaan pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi merusak alam. Kami meminta aparat penegak hukum segera turun ke lapangan, memeriksa legalitas usaha tersebut, dan apabila ditemukan pelanggaran agar diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai muncul anggapan bahwa aktivitas ilegal dapat berjalan bebas tanpa tersentuh hukum,” tegasnya.

Publik kini menantikan langkah nyata aparat penegak hukum, khususnya Polres Bengkalis, dalam memberikan kepastian hukum atas dugaan aktivitas galian C ilegal tersebut.

Penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung komitmen perlindungan lingkungan di Provinsi Riau.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Bengkalis belum memberikan tanggapan resmi terkait tindak lanjut atas konfirmasi yang telah disampaikan awak media sejak Rabu (22/07/2026).

JejakBeritaNews tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari seluruh pihak sesuai ketentuan Kode Etik Jurnalistik.

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Kedelapan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolda dan Dirlantas Riau Pantau Strong Point Pagi di Bundaran Keris
Polda Riau Kembangkan Model Pemulihan Korban Kekerasan Perempuan Berbasis Ekonomi Kreatif
Hari Keenam Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail
Pertandingan Tenis Persahabatan Kodam XIX/TT dan Bella Vista Perkuat Kebersamaan
Dukung Kelancaran Tugas Satuan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Serahkan Kendaraan Dinas di Makodam
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Ajak Komponen Bangsa Perkuat Sinergi Dukung Indonesia Maju
Hari Ketiga Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Tilang Naik 46 Persen
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Distribusi 260 Papan Peringatan Karhutla di Riau
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 02:31 WIB

Hari Kedelapan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Kapolda dan Dirlantas Riau Pantau Strong Point Pagi di Bundaran Keris

Minggu, 1 November 2026 - 07:12 WIB

Polda Riau Kembangkan Model Pemulihan Korban Kekerasan Perempuan Berbasis Ekonomi Kreatif

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Hari Keenam Ops Patuh Lancang Kuning 2026, Satgas Preventif Kedepankan Edukasi Humanis di Pasar Sail

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Pertandingan Tenis Persahabatan Kodam XIX/TT dan Bella Vista Perkuat Kebersamaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Dukung Kelancaran Tugas Satuan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Serahkan Kendaraan Dinas di Makodam

Berita Terbaru