POLANTAS ACEH UNTUK MASYARAKAT: SAWEU SIKULA DI SMKN 3 BANDA ACEH, TANAMKAN BUDAYA TERTIB LALU LINTAS SEJAK DINI

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMONITORING|BANDA ACEH – Keselamatan pelajar di jalan raya tidak boleh dimulai setelah terjadi kecelakaan. Keselamatan harus ditanamkan sejak dini, dibangun melalui edukasi, keteladanan, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Pesan tersebut menjadi bagian utama dalam kegiatan Saweu Sikula yang dilaksanakan Subdit Kamsel Direktorat Lalu Lintas Polda Aceh di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Rabu (2/9/2026), mulai pukul 10.00 hingga 12.10 WIB.

Kegiatan yang dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Aceh Kompol Indra Lukman Prabowo, S.H., S.I.K., M.Si., bersama personel Subdit Kamsel dan Kompol ElFutri, turut dihadiri Kepala SMKN 3 Banda Aceh Nurlaila, S.Pd., M.Pd.

Melalui Saweu Sikula, Ditlantas Polda Aceh tidak sekadar menyampaikan aturan, tetapi mengajak para pelajar memahami bahwa setiap keputusan ketika berada di jalan raya memiliki konsekuensi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Pelajar Bukan Sekadar Pengguna Jalan, tetapi Calon Pelopor Keselamatan

Kompol Indra Lukman Prabowo menegaskan bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk membangun karakter tertib berlalu lintas.

«“Keselamatan lalu lintas bukan hanya persoalan aturan, tetapi menyangkut bagaimana kita menjaga kehidupan. Karena itu, budaya tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak bangku sekolah,” tegasnya.»

Menurutnya, pelajar memiliki posisi penting dalam menciptakan perubahan. Ketika budaya keselamatan tumbuh di lingkungan sekolah, nilai tersebut diharapkan ikut terbawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai fungsi rambu-rambu lalu lintas, risiko pelanggaran, serta pentingnya mengutamakan keselamatan ketika berada di jalan.

Belum 17 Tahun dan Belum Memiliki SIM, Jangan Mengendarai Kendaraan ke Sekolah

Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah larangan bagi siswa yang belum berusia 17 tahun atau belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah.

Baca Juga:  BUKAN SEKADAR ANTAR PENUMPANG, OJOL BANDA ACEH DIAJAK JADI PELOPOR KESELAMATAN DI JALAN

Sementara bagi pelajar yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki SIM, Ditlantas Polda Aceh mengingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan helm berstandar SNI, tidak memacu kendaraan dengan kecepatan berlebihan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta melengkapi dokumen kendaraan.

Pesan tersebut menjadi penting karena keselamatan tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan dan jalan, tetapi juga oleh perilaku pengendara.

Tekan Risiko Kecelakaan, Cetak Pelopor Keselamatan

Kegiatan Saweu Sikula juga diarahkan untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar, khususnya di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

Ditlantas Polda Aceh mendorong para siswa untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi teman sebaya, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

«“Kami ingin para pelajar memahami bahwa menjadi pelopor keselamatan dimulai dari hal sederhana: disiplin menggunakan helm, tidak bermain HP saat berkendara, tidak kebut-kebutan, mematuhi rambu, dan tidak berkendara sebelum memenuhi persyaratan,” ujar Kompol Indra.»

Ia menambahkan, edukasi kepada pelajar merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran keselamatan secara berkelanjutan.

“Lebih baik kita mencegah satu kecelakaan melalui edukasi daripada datang setelah kecelakaan terjadi. Karena satu nyawa yang terselamatkan adalah sesuatu yang tidak ternilai,” pungkasnya.

Kegiatan Saweu Sikula di SMKN 3 Banda Aceh berlangsung tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari pihak sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, Polantas Aceh untuk Masyarakat terus menegaskan bahwa kehadiran polisi lalu lintas bukan hanya untuk menindak pelanggaran, tetapi juga untuk hadir di tengah masyarakat, mendidik, melindungi, dan membangun generasi muda yang sadar keselamatan.

Keselamatan di jalan bukan sekadar kewajiban. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Distribusi 260 Papan Peringatan Karhutla di Riau
Perkuat Mitigasi Karhutla, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Pelepasan 260 Papan Peringatan di Riau
​Unsur Masyarakat Riau Berkolaborasi Perkuat Diplomasi Budaya Melayu, Siapkan Festival Makanan dan Budaya Melayu Riau di Jakarta
Jaga Kondusivitas Pemilihan Penghulu Serentak 2026, Polsek Bangko Amankan Enam Kepenghuluan
Tinjau Pilpeng Serentak 2026, Bupati H. Bistamam Pastikan Pemungutan Suara di Rohil Berjalan Aman dan Damai
Hari kedua Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Polda Riau dorong budaya tertib berlalu lintas
‎Buru Selatan Gelar Lomba Literasi 2026, Cetak Generasi Kreatif dan Literat
LPKA Tenggarong Bersama Mercy Ministry Latih Anak Binaan Olah Limbah Organik Menjadi Eco Enzyme
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Distribusi 260 Papan Peringatan Karhutla di Riau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Perkuat Mitigasi Karhutla, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Hadiri Pelepasan 260 Papan Peringatan di Riau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:12 WIB

​Unsur Masyarakat Riau Berkolaborasi Perkuat Diplomasi Budaya Melayu, Siapkan Festival Makanan dan Budaya Melayu Riau di Jakarta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Jaga Kondusivitas Pemilihan Penghulu Serentak 2026, Polsek Bangko Amankan Enam Kepenghuluan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Tinjau Pilpeng Serentak 2026, Bupati H. Bistamam Pastikan Pemungutan Suara di Rohil Berjalan Aman dan Damai

Berita Terbaru