SINABOI DARURAT MALARIA | GPM Rohil Desak Dinkes Bergerak Nyata, Jangan Menunggu Korban Terus Bertambah

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMONITORING|SINABOI, 31 Juli 2026 – Merebaknya kasus malaria di sejumlah wilayah Kabupaten Rokan Hilir, khususnya Kecamatan Sinaboi, memicu keprihatinan serius dari kalangan pemuda. Gerakan Pemuda Masyarakat (GPM) Rokan Hilir menilai persoalan malaria saat ini tidak lagi bisa dianggap sebagai kasus kesehatan biasa, melainkan telah masuk kategori kondisi darurat yang membutuhkan langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Ketua GPM Rokan Hilir, Fani Pratama, SE, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lagi hanya menjadi penonton di tengah meningkatnya jumlah warga yang terpapar malaria. Menurutnya, hingga kini masyarakat masih mempertanyakan efektivitas langkah penanganan yang dilakukan karena kasus demi kasus terus bermunculan tanpa solusi yang benar-benar menyentuh akar persoalan.

“Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat harus berjuang menghadapi penyakit ini. Setiap tahun persoalan yang sama kembali terjadi. Ini menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan belum mampu memutus mata rantai penyebaran malaria secara menyeluruh,” ujar Fani Pratama kepada Pimpinan Redaksi ArieCyber.Com, Kamis (31/7/2026).

Fani menyebut Kecamatan Sinaboi menjadi salah satu wilayah yang paling rentan karena kondisi geografis yang dipenuhi kawasan rawa dan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa malaria. Namun ironisnya, upaya pencegahan yang seharusnya dilakukan secara masif dan berkesinambungan dinilai belum terlihat maksimal di lapangan.

Menurutnya, kegiatan fogging yang dilakukan sesekali tidak akan mampu menyelesaikan masalah apabila tidak dibarengi dengan edukasi masyarakat, pengawasan lingkungan, serta peningkatan pelayanan kesehatan yang memadai. Akibatnya, warga terus berada dalam ancaman penyakit yang sama dari tahun ke tahun.

“GPM Rohil menilai penanganan malaria tidak cukup hanya dengan tindakan sesaat. Harus ada strategi yang jelas, mulai dari pencegahan, pengobatan, hingga pengendalian lingkungan. Jika tidak, masyarakat akan terus menjadi korban,” tegasnya.

Baca Juga:  Zulpakar Cetak Sejarah Baru Pilpeng Bagan Jawa, Siap Lepaskan Gaji dan Tunjangan Demi Masyarakat

GPM Rohil juga mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir untuk segera turun langsung melakukan pemetaan wilayah rawan, memperkuat pelayanan di Puskesmas, memastikan ketersediaan obat-obatan, serta meningkatkan jumlah tenaga kesehatan di daerah yang terdampak.

Selain itu, pemerintah diminta menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan langkah-langkah pencegahan malaria. Sebab tanpa keterlibatan aktif masyarakat dan keseriusan pemerintah, penyebaran penyakit ini dikhawatirkan akan semakin meluas.

“Kesehatan masyarakat tidak boleh menunggu sampai keadaan memburuk. Pemerintah harus hadir sebelum korban bertambah, bukan setelah kondisi menjadi darurat. Warga Sinaboi dan masyarakat Rokan Hilir berhak mendapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal dan pelayanan yang cepat,” tutup Fani Pratama.

GPM Rohil berharap persoalan malaria tidak hanya menjadi perhatian sesaat, melainkan masuk dalam agenda prioritas pemerintah daerah. Sebab jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa langkah konkret yang terukur, maka ancaman malaria akan terus menghantui masyarakat dan berpotensi mengganggu kualitas hidup serta produktivitas warga Rokan Hilir.

Redaksi

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Maksimalkan Fungsi Pembimbingan, Kakanwil Ditjenpas Kaltim Membuka Gait Sosialisasi Kelayan Binter
Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air, LPKA Tenggarong Gelar Upacara Bendera Bersama Anak Binaan
Tambang Galian C Ilegal Milik Pengabean di Tapung Diprotes Warga, Kapolda Riau Ditantang Bertindak Tegas
SELAMAT ULANG TAHUN KE-42 UNTUK ISTRIKU TERCINTA: EKA SRI HARTINI, Amd.Keb., SE – WANITA TERHEBAT DALAM HIDUPKU
LPKA Tenggarong dan Polres Kukar Gelar Razia Gabungan, Hasil Nihil Barang Terlarang
Alan Pane: Polisi Harus Tegas, Humanis, dan Proporsional dalam Melayani Masyarakat
VIRAL! TAGIHAN SERAGAM Rp8 JUTA SMAN 1 KOTO KAMPAR HULU DIDUGA RAIB, KEPSEK SARIPUDDIN LUBIS & BENDAHARA KOMPAK BUNGKAM, SAAT DITANYA MALAH BELOKIR WA WARTAWAN, PUBLIK DESAK KADISDIK COPOT!*
KELUARGA BESAR KELURAHAN PEMATANG KAPAU UCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN KE-42 UNTUK CAMAT KULIM FAJRI ADHA, http://S.STP., http://M.Si*
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Maksimalkan Fungsi Pembimbingan, Kakanwil Ditjenpas Kaltim Membuka Gait Sosialisasi Kelayan Binter

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air, LPKA Tenggarong Gelar Upacara Bendera Bersama Anak Binaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Tambang Galian C Ilegal Milik Pengabean di Tapung Diprotes Warga, Kapolda Riau Ditantang Bertindak Tegas

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:05 WIB

SELAMAT ULANG TAHUN KE-42 UNTUK ISTRIKU TERCINTA: EKA SRI HARTINI, Amd.Keb., SE – WANITA TERHEBAT DALAM HIDUPKU

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:58 WIB

LPKA Tenggarong dan Polres Kukar Gelar Razia Gabungan, Hasil Nihil Barang Terlarang

Berita Terbaru