Sejumlah Mobil Langsir Modifikasi Tanpa Nomor Polisi Diduga Berulang Mengisi BBM Bersubsidi di Ukui

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMONITORING|PELALAWAN, RIAU – Aktivitas pengisian BBM bersubsidi jenis Solar dan Pertalite menggunakan jeriken berkapasitas besar serta sejumlah mobil langsir yang diduga telah dimodifikasi kembali terpantau di SPBU Nomor 14.284.655, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan dokumentasi foto dan video hasil temuan lapangan, sejumlah kendaraan terlihat melakukan pengisian BBM pada dini hari Minggu (13/9/2026). Salah satunya berupa mobil Kijang yang diduga telah dimodifikasi, dengan nomor polisi yang tidak terlihat dalam dokumentasi.

Rekaman dengan penanda waktu sekitar pukul 02.34 WIB juga memperlihatkan antrean kendaraan yang membawa jeriken berukuran besar. Dokumentasi tersebut menjadi temuan yang perlu diklarifikasi oleh pengelola SPBU dan aparat penegak hukum.

Redaksi belum dapat memastikan apakah seluruh aktivitas tersebut melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi. Karena itu, temuan ini masih bersifat dugaan dan memerlukan pemeriksaan resmi.

Sebelumnya, pada 31 Agustus 2026, redaksi telah menyampaikan informasi awal kepada Kanit Reskrim Polsek Ukui, Ipda Dodo Arifin. Selanjutnya, pada 8 September 2026, redaksi meneruskan dokumentasi dan informasi tersebut kepada Kapolsek Ukui, AKP Mike Kurniawan, S.H., M.H.

Kapolsek Ukui merespons, “Baik pak, kami cek.”

Namun, berdasarkan pantauan redaksi pada Minggu (13/9/2026), aktivitas serupa masih terlihat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai tindak lanjut pemeriksaan dan pengawasan distribusi BBM bersubsidi di wilayah tersebut.

Redaksi telah meminta klarifikasi kepada pihak Polsek Ukui terkait status kendaraan, dugaan penggunaan mobil langsir modifikasi, serta langkah penanganan yang telah dilakukan. Hingga berita ini diterbitkan, tanggapan resmi dari pihak terkait masih ditunggu.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan koreksi bagi pengelola SPBU, pihak kepolisian, maupun pihak lain yang disebut dalam pemberitaan ini sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (BN/red)

Baca Juga:  Danlanud RSN Tinjau Kesiapan Helikopter Water Bombing, Perkuat Penanganan Karhutla Riau
Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM KCBI: Diduga Open Dumping Ilegal 20 Tahun, Pengelolaan TPA Hariara Pintu Samosir Terancam Pidana 10 Tahun
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Gabungan Cegah Karhutla Meluas di Bengkalis dan Meranti
364 HEKTARE UNTUK RAKYAT, BUKAN KORPORASI! IPMKB-P: USIR PALMA AGUNG BERTUAH DARI BUMI LANCANG KUNING
Viralnya Tambang Emas Ilegal Di Lebak : Ketua LSM Laskar NKRI DPW Banten Mendesak APH Tangkap Bos Besarnya Demi Tegaknya Regulasi Bukan Gurandil Yang Mencari Sesuap Nasi
Latma Manyar Indopura 2026, TNI AU dan RSAF Saling Berbagi Pengalaman Operasional Helikopter
Lanud Roesmin Nurjadin Perkuat Kesiapsiagaan Personel Hadapi Karhutla
Polantas Karib Saweu Gampong, 60 Paket Sembako dan Nasi Kotak Dibagikan kepada Warga Duafa Banda Aceh
Danlanud Roesmin Nurjadin Tinjau Helikopter Water Bombing MI-8 AMT, Tekankan Safety dan Kesiapan Crew
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 15:23 WIB

LSM KCBI: Diduga Open Dumping Ilegal 20 Tahun, Pengelolaan TPA Hariara Pintu Samosir Terancam Pidana 10 Tahun

Minggu, 13 September 2026 - 15:19 WIB

Sejumlah Mobil Langsir Modifikasi Tanpa Nomor Polisi Diduga Berulang Mengisi BBM Bersubsidi di Ukui

Minggu, 13 September 2026 - 13:04 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Gabungan Cegah Karhutla Meluas di Bengkalis dan Meranti

Sabtu, 12 September 2026 - 10:22 WIB

364 HEKTARE UNTUK RAKYAT, BUKAN KORPORASI! IPMKB-P: USIR PALMA AGUNG BERTUAH DARI BUMI LANCANG KUNING

Sabtu, 12 September 2026 - 10:08 WIB

Viralnya Tambang Emas Ilegal Di Lebak : Ketua LSM Laskar NKRI DPW Banten Mendesak APH Tangkap Bos Besarnya Demi Tegaknya Regulasi Bukan Gurandil Yang Mencari Sesuap Nasi

Berita Terbaru