RAKYATMONITORING|INDRAGIRI HULU – RIAU Praktik pelangsiran BBM bersubsidi dalam skala besar di salah satu SPBU 14.293.6112 sering terjadi karena di bekingi oknum TNI dn oknum polisi.
Aktivitas kendaraan angkutan dan dugaan distribusi BBM dalam jumlah besar memunculkan pertanyaan serius: apakah SPBU tersebut hanya melayani masyarakat, atau justru menjadi titik utama jaringan mafia BBM subsidi?
Informasi yang beredar menyebut adanya dugaan big bos pelangsir yang mengatur aliran BBM dari SPBU menuju sejumlah pemain atau penampung yang disebut-sebut MAK ITAM. Dugaan ini tentu perlu dibuktikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan aparat penegak hukum.
Yang lebih mengusik perhatian, muncul pula dugaan adanya bekingan oknum TNI yang disebut membuat aktivitas tersebut seolah sulit tersentuh hukum. Jika benar, siapa yang memberikan perlindungan? Dan jika tidak benar, aparat tentu memiliki ruang untuk membantah sekaligus mengungkap fakta sebenarnya.
Lalu, di mana aparat setempat?
Masyarakat meminta kepolisian, TNI, serta instansi terkait turun langsung melakukan pemeriksaan dan investigasi secara terbuka. Jangan sampai BBM yang seharusnya dinikmati masyarakat justru diduga diputar oleh segelintir pihak demi keuntungan pribadi.
Publik berhak mendapatkan jawaban: siapa pemainnya, siapa penampungnya, bagaimana alurnya, dan apakah ada pihak yang melindungi aktivitas tersebut?
Apakah aparat tidak sanggup mengusutnya, atau justru ada kekuatan besar di balik aktivitas SPBU tersebut? Pertanyaan ini harus dijawab dengan data, pemeriksaan lapangan, dan penegakan hukum, bukan sekadar pembiaran.
Masyarakat mendesak: usut tuntas dugaan mafia BBM subsidi. Jika terbukti melanggar hukum, tindak siapa pun yang terlibat—tanpa pandang bulu dan tanpa melihat jabatan maupun seragam.













