BEM Kristiani Seluruh Indonesia Gelar Refleksi Kemerdekaan: Rawat Persatuan, Teguhkan Persaudaraan, Bangun Indonesia

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyat Monitoring.Com| Jakarta, 31 Agustus 2026

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kristiani Seluruh Indonesia menggelar Refleksi Kemerdekaan dengan mengusung tema “Merawat Kemerdekaan, Meneguhkan Persaudaraan, Membangun Indonesia” di HKBP Cililitan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00–21.00 WIB tersebut menjadi ruang refleksi dan diskusi bagi generasi muda untuk memaknai kemerdekaan secara lebih substantif, khususnya mengenai pentingnya persatuan, persaudaraan kebangsaan, nasionalisme, serta kontribusi mahasiswa dalam membangun Indonesia.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Charles selaku Kordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Charles menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus diterjemahkan menjadi semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Kemerdekaan harus kita maknai sebagai tanggung jawab bersama. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil peran dalam menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ujar Charles.

Generasi Muda Harus Menjadi Penjaga Persatuan

Diskusi publik menghadirkan Ahmad Tomy selaku Kordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia sebagai salah satu narasumber.

Ahmad Tomy menyampaikan bahwa merawat kemerdekaan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa dan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Di era digital, tantangan tersebut antara lain berupa polarisasi, penyebaran hoaks, individualisme, serta menurunnya semangat kebangsaan.

Karena itu, generasi muda harus mampu menjaga nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ahmad Tomy juga menyebut terdapat lima peran strategis generasi muda, yakni sebagai penjaga persatuan, penggerak perubahan, pengguna teknologi yang bertanggung jawab, pelestari identitas bangsa, dan calon pemimpin masa depan.

Ia menekankan bahwa nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol maupun slogan, tetapi melalui tindakan sehari-hari seperti belajar dan bekerja secara jujur, menggunakan media sosial secara bijak, aktif berorganisasi, serta menolak intoleransi dan korupsi.

“Perjuangan hari ini bukan lagi melawan penjajahan secara fisik, tetapi melawan kebodohan, kemiskinan, hoaks, korupsi, dan perpecahan. Kemerdekaan adalah amanah yang harus kita rawat bersama,” tegas Ahmad Tomy.

Berbeda Pilihan, Tetap Satu sebagai Anak Bangsa

Sementara itu, Fathammubina selaku Kordinator Pusat Forum Komunikasi BEM/DEMA Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia mengangkat isu persaudaraan kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Baca Juga:  LSM KCBI Bongkar: 368 Ton Batubara Ilegal dari Muara Enim, PT Tobaba & PT LKA Diduga Dalangnya

Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan rumah besar yang dibangun atas berbagai perbedaan, mulai dari suku, budaya, daerah, organisasi, hingga pilihan politik.

Menurut Fathammubina, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk tidak terjebak dalam polarisasi “kami versus mereka”, terutama dalam menghadapi perbedaan pilihan politik.

“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi tetap satu sebagai anak bangsa. Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut berubah menjadi kebencian dan permusuhan,” ungkap Fathammubina.

Dalam konteks perkembangan teknologi dan media sosial, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi pengguna informasi yang kritis dan bertanggung jawab. Generasi muda diharapkan tidak menjadi penyebar hoaks maupun pihak yang memperkeruh konflik di ruang digital.

Ia memperkenalkan prinsip “lihat, baca, periksa, pahami, baru sampaikan” sebagai langkah sederhana dalam membangun budaya literasi digital.

“Berbeda bukan berarti bermusuhan. Demokrasi bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi bagaimana kita tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan. Generasi muda harus menjadi perekat bangsa, bukan pemecah bangsa,” tegasnya.

Puisi dan Deklarasi: Indonesia Milik Kita Semua

Suasana reflektif kemudian dilanjutkan melalui pembacaan puisi “Merawat Kemerdekaan, Meneguhkan Persaudaraan, Membangun Indonesia” yang dibawakan oleh Clarissa Wau selaku Pengurus Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia.

Puisi tersebut menjadi refleksi atas perjalanan kemerdekaan sekaligus pesan bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan dan mengambil peran dalam membangun masa depan bangsa.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama dan foto bersama seluruh peserta serta narasumber dengan jargon:

“INDONESIA MILIK KITA SEMUA!”

Melalui kegiatan ini, BEM Kristiani Seluruh Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong ruang-ruang dialog kebangsaan yang mempertemukan berbagai elemen generasi muda.

Refleksi Kemerdekaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa menjaga kemerdekaan merupakan tanggung jawab bersama, persatuan adalah kekuatan bangsa, dan pembangunan Indonesia membutuhkan kolaborasi seluruh anak bangsa.

Merawat Kemerdekaan.
Meneguhkan Persaudaraan.
Membangun Indonesia.

INDONESIA MILIK KITA SEMUA.

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran Publikasi Diskominfo Rohil Disorot, Ilham Rokan Siap Laporkan Dugaan Kejanggalan ke Kejari
Jadi Keynote Speaker Workshop UIR, Karmila Sari Bicara Masa Depan Riset di Era AI
POLISI DIDUGA TUTUP MATA, MASSA AKSI DISERANG DI CAPITAL BUILDING!
GUDANG CPO ILEGAL BEBAS BEROPERASI TERANG TERANGAN KARNA DI BEKINGI OKNUM TNI,PANGDAM DI MINTA MENINDAK TEGAS ANGGOTA NYA YANG MEMBEKINGI GUDANG CPO ILEGAL DI KECAMATAN PINGGIR KABUPATEN BENGKALIS,
LPKA Tenggarong Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Lapor Kapolda Riau”” Bebas beraktifitas mafia BBM di jalan Soekarno Hatta bukit batrem,ada apa dengan Kapolres Dumai yang baru? Apakah tidak sanggup membasmi mafia BBM di wilayah hukum Dumai timur? Dan di duga ada beckingan dari oknum TNI hingga tidak ada ketegasan dari Polsek Dumai timur.
Ringankan Beban Masyarakat, Seluruh Pengurus PAC Sukajadi dan Pengurus Ranting Partai PDI P Pekanbaru Bagikan Ratusan Nasi Kotak Siap Saji.
LPKA TENGGARONG PERKUAT PEMBINAAN ANAK BINAAN MELALUI LATIHAN KEPRAMUKAAN SEMAPHORE
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 06:39 WIB

Anggaran Publikasi Diskominfo Rohil Disorot, Ilham Rokan Siap Laporkan Dugaan Kejanggalan ke Kejari

Sabtu, 12 September 2026 - 15:22 WIB

Jadi Keynote Speaker Workshop UIR, Karmila Sari Bicara Masa Depan Riset di Era AI

Sabtu, 12 September 2026 - 01:47 WIB

POLISI DIDUGA TUTUP MATA, MASSA AKSI DISERANG DI CAPITAL BUILDING!

Jumat, 11 September 2026 - 19:21 WIB

GUDANG CPO ILEGAL BEBAS BEROPERASI TERANG TERANGAN KARNA DI BEKINGI OKNUM TNI,PANGDAM DI MINTA MENINDAK TEGAS ANGGOTA NYA YANG MEMBEKINGI GUDANG CPO ILEGAL DI KECAMATAN PINGGIR KABUPATEN BENGKALIS,

Jumat, 11 September 2026 - 15:14 WIB

LPKA Tenggarong Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Berita Terbaru