Bukan Keluarga Negara?MAUNG Riau Desak Penjelasan Terkait ART yang Diduga Ibu Mertua Ketua DPRD Dumai!

- Penulis

Jumat, 6 November 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyat Monitoring.Com| PEKAN BARU, RIAU —06 NOVEMBER 2026

Bau busuk dugaan penyelewengan anggaran di lingkungan Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Dumai akhirnya terbongkar. Ketua DPD LSM MAUNG Provinsi Riau secara resmi meminta klarifikasi terbuka kepada Ketua DPRD Kota Dumai terkait laporan masyarakat tentang dugaan penggelapan anggaran fasilitas penunjang pimpinan yang diduga telah berlangsung sejak awal masa jabatan.

Laporan yang masuk ke meja DPD LSM MAUNG sangat spesifik dan mencengangkan. Negara telah menganggarkan fasilitas pendukung rumah jabatan Ketua DPRD secara lengkap, namun fakta di lapangan berbanding terbalik.

FAKTA DI ATAS KERTAS VS FAKTA DI LAPANGAN

Berdasarkan dokumen anggaran dari Sekwan, untuk rumah jabatan Ketua DPRD dianggarkan:

1. 2 Orang Petugas Keamanan Rumah
2. 2 Orang Asisten Rumah Tangga (ART)

Namun, hasil penelusuran dan laporan warga yang diterima LSM MAUNG menyebutkan.

REALITA DI LAPANGAN: Hanya ada 1 Petugas Keamanan dan 1 ART yang benar-benar bekerja.

Lalu kemana gaji 2 orang sisanya?

Ketua DPD LSM MAUNG Provinsi Riau mengungkapkan dugaan modus yang sangat rapi:

“Dari laporan yang kami terima, Sekwan tetap menggaji 2 orang petugas keamanan dan 2 orang ART. Namun, 1 nama petugas keamanan dan 1 nama ART diduga fiktif.

Gajinya tetap cair setiap bulan, tapi masuk ke kantong pribadi oknum pimpinan,” tegas Ketua DPD LSM MAUNG Riau dalam keterangannya.

Lebih ironis lagi, 1 ART yang digaji oleh negara tersebut diduga kuat adalah ibu mertua dari Ketua DPRD itu sendiri, yang sudah dipekerjakan sejak awal beliau menjabat sebagai Ketua.

RINCIAN ALIRAN DANA YANG DIDUGA DISELEWENGKAN:

1. Gaji 1 Petugas Keamanan Rumah Jabatan: Rp 1,7 Juta / bulan (ditransfer dari Sekwan melalui Bank Riau)
2. Gaji 1 Asisten Rumah Tangga: Rp 1,4 Juta / bulan

Baca Juga:  *AMKAR RIAU Gelar Aksi di Polda Riau, Desak Pengusutan Dugaan Mafia Tanah di Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir*

Total dugaan penyelewengan mencapai Rp 3,1 Juta setiap bulan. Jika dikalkulasikan sejak awal masa menjabat, maka kerugian negara ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Ini bukan lagi soal kecil. Ini soal integritas. Fasilitas negara untuk menunjang kinerja pimpinan, bukan untuk menghidupi keluarga dan memperkaya diri. Jika 1 ART itu benar adalah mertua beliau yang digaji negara, itu jelas konflik kepentingan dan penyalahgunaan wewenang,” tambahnya. Jumat (06/11/26).

TUNTUTAN DPD LSM MAUNG PROVINSI RIAU:

1. Mendesak Ketua DPRD Kota Dumai untuk segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik dalam waktu 3×24 jam.

2. Mendesak Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Dumai untuk membuka secara transparan data penerima gaji fasilitas penunjang pimpinan Ketua DPRD.

3. Meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Riau dan Polda Riau untuk turun melakukan penyelidikan atas dugaan Tindak Pidana Korupsi ini.

4. Mendesak Badan Kehormatan DPRD untuk memeriksa etika Ketua DPRD.

“Kami dari LSM MAUNG tidak akan diam. Jika tidak ada klarifikasi, kami akan menggelar aksi massa besar-besaran di depan Gedung DPRD Kota Dumai dan melaporkan kasus ini secara resmi ke Kejati Riau. Hukum harus tegak, tidak pandang bulu,” tutupnya

Publisher : TIM /RED
Penulis : TIM MAUNG RIAU
Ket Foto : ILustrasi (Ist)

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.
Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas
‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
Perkuat Kamtibmas dan Restorative Justice, Kapolresta Pekanbaru Silaturahmi ke LAMR Pekanbaru
Kenalkan Lingkungan Pemasyarakatan Sejak Dini, LPKA Tenggarong Terima Kunjungan Belajar SD IT Cendekia
Bongkar Borok Birokrasi! Kades Bukit Melintang Tunjukkan Arogansi, Tantang Publik dan Hukum Usai Dokumen Ilegal di Tanah Hutan Terkuak
DIDUGA PASOK BAN IMPOR TANPA KEJELASAN SNI KE PT INDAH KIAT PERAWANG, PT UNITAMA MULTIKARYA PERKASA JAKARTA DISOROT! KEMENPERIN DAN BEA CUKAI DIMINTA TURUN TANGAN
Oki D. Mustari, Ketua MAUNG Tasikmalaya: Kritik Itu Bagian dari Demokrasi, Arahkan pada Perbaikan Kebijakan!
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:46 WIB

Bukan Keluarga Negara?MAUNG Riau Desak Penjelasan Terkait ART yang Diduga Ibu Mertua Ketua DPRD Dumai!

Jumat, 6 November 2026 - 12:03 WIB

SPBU 14.275.564 di batang kariang masih bebas beraktifitas Bekerjasama dengan mafia pelangsir dan diduga APH memfasilitasi mafia penimbun BBM subsidi,sangat jelas aktifitas tersebut sangat dilarang keras oleh kapolri yang baru,diduga SPBU tersebut kebal hukum sehingga aktivitas aman sampai saat ini.

Jumat, 6 November 2026 - 10:30 WIB

Diduga Masih Edarkan Narkoba Di Wilayah Desa Petani” Kades Rasikun Minta Warga Bantu Informasi Giat UJ cs Agar Segera Ditindak Tegas

Jumat, 6 November 2026 - 03:43 WIB

‎DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK

Kamis, 5 November 2026 - 15:50 WIB

Perkuat Kamtibmas dan Restorative Justice, Kapolresta Pekanbaru Silaturahmi ke LAMR Pekanbaru

Berita Terbaru