Gawat!! Orang Tua Siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi Diminta Menandatangani Surat Pengunduran Diri dari Program MBG Usai Anak Alami Dugaan Keracunan

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyat monitoring.Com| MEDAN 

Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi di kawasan Jalan Tani Asli, Kabupaten Deli Serdang, kembali memunculkan polemik baru. Kali ini, para orang tua siswa mempertanyakan beredarnya surat pernyataan yang berisi pengunduran diri anak dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, pada Senin, 13 Juli 2026, sejumlah siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan Program MBG di lingkungan sekolah. Menurut keterangan sejumlah orang tua, gejala baru dirasakan anak-anak pada malam hari setelah mereka kembali ke rumah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sekitar 35 siswa SD dan sekitar 10 siswa TK mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan. Namun, jumlah tersebut masih menunggu verifikasi resmi dari pihak terkait.

Pada 18 Juli 2026, telah digelar pertemuan antara pihak sekolah, penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan para orang tua siswa. Dalam forum tersebut, menurut keterangan sejumlah peserta, pihak SPPG menyampaikan bahwa biaya pengobatan siswa yang dirawat di rumah sakit maupun klinik akan ditanggung melalui PIC SPPG yang disebut bernama Eva.

Namun di tengah proses penyelesaian itu, muncul surat bertanggal 15 Juli 2026 berjudul “Pernyataan Mengundurkan Anak Saya dari Program Makan Bergizi Gratis”. Keberadaan surat tersebut memicu tanda tanya di kalangan orang tua.

Beberapa orang tua mengaku diminta menandatangani surat tersebut. Mereka mempertanyakan alasan munculnya surat pengunduran diri ketika penyebab pasti keluhan para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi Ibu Ita, masih bungkam seribu bahasa. Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada PIC SPPG, Eva, terkait kronologi kejadian, penanganan terhadap para siswa, serta maksud diterbitkannya surat pengunduran diri tersebut. Namun, hingga publikasi ini diterbitkan, belum diperoleh jawaban maupun klarifikasi yang jelas.

Baca Juga:  Ketua PERSI Wilayah Riau Terpilih Lakukan Silaturahmi, Kepala Deputi BPJS Kesehatan Wilayah II Riau Nyatakan Siap Berkolaborasi dengan PERSI

Salah seorang orang tua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan dan disebut dengan inisial AC (40) mengaku heran atas munculnya surat tersebut.

“Kami sudah ikut musyawarah. Yang kami harapkan sebenarnya penjelasan soal kondisi anak-anak dan hasil pemeriksaan. Tapi malah diminta menandatangani surat pengunduran diri dari Program MBG. Kami mempertanyakan maksud surat itu,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut AC, hingga kini para orang tua masih menunggu penjelasan mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap para siswa di Rumah Sakit Royal Prima Medan sejak 14 hingga 16 Juli 2026.

Kasus ini juga masih menunggu penjelasan resmi dari Dinas Kesehatan, pihak SPPG, maupun instansi terkait mengenai hasil investigasi, termasuk apakah keluhan yang dialami para siswa memiliki hubungan dengan makanan Program MBG atau disebabkan faktor lain.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas kesehatan yang menyimpulkan bahwa keluhan para siswa dipastikan disebabkan oleh makanan Program MBG.

Oleh karena itu, seluruh informasi mengenai penyebab kejadian masih bersifat dugaan dan menunggu hasil investigasi serta pemeriksaan laboratorium.

Media ini akan tetap terus mengawal kasus ini, dan tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak sekolah, SPPG, Dinas Kesehatan, maupun instansi terkait agar pemberitaan tetap berimbang sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.(Red/Tim)

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA, LPKA TENGGARONG TANAMKAN SEMANGAT PERSATUAN DAN NASIONALISME
LSM GIB Serahkan Empat Laporan Dugaan Penyimpangan Dana ke Kejari Gunungsitoli, Desak Penelusuran Transparan
Maksimalkan Fungsi Pembimbingan, Kakanwil Ditjenpas Kaltim Membuka Gait Sosialisasi Kelayan Binter
Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air, LPKA Tenggarong Gelar Upacara Bendera Bersama Anak Binaan
Tambang Galian C Ilegal Milik Pengabean di Tapung Diprotes Warga, Kapolda Riau Ditantang Bertindak Tegas
SELAMAT ULANG TAHUN KE-42 UNTUK ISTRIKU TERCINTA: EKA SRI HARTINI, Amd.Keb., SE – WANITA TERHEBAT DALAM HIDUPKU
LPKA Tenggarong dan Polres Kukar Gelar Razia Gabungan, Hasil Nihil Barang Terlarang
Alan Pane: Polisi Harus Tegas, Humanis, dan Proporsional dalam Melayani Masyarakat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:08 WIB

PERINGATI HARI SUMPAH PEMUDA, LPKA TENGGARONG TANAMKAN SEMANGAT PERSATUAN DAN NASIONALISME

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:42 WIB

LSM GIB Serahkan Empat Laporan Dugaan Penyimpangan Dana ke Kejari Gunungsitoli, Desak Penelusuran Transparan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Maksimalkan Fungsi Pembimbingan, Kakanwil Ditjenpas Kaltim Membuka Gait Sosialisasi Kelayan Binter

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Tanamkan Disiplin dan Cinta Tanah Air, LPKA Tenggarong Gelar Upacara Bendera Bersama Anak Binaan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Tambang Galian C Ilegal Milik Pengabean di Tapung Diprotes Warga, Kapolda Riau Ditantang Bertindak Tegas

Berita Terbaru