Geger Hutan Mangrove Rohil Diduga Dibabat Hampir 100 Hektare, Publik Minta Kapolda Riau Ungkap Aktor Utama

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKYATMONITORING|ROKAN HILIR – Bagansiapiapi’25 Juni 2026 Kerusakan hutan mangrove di wilayah pesisir Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas, kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan pembukaan lahan secara masif yang mencapai sekitar 90 hingga 100 hektare dalam beberapa bulan terakhir.

Sejumlah titik yang diduga terdampak berada di kawasan pesisir seperti Sungai Sanggul, Sungai Siandam serta wilayah Batang Kopau dan Sungai Siakap Kecil. Area tersebut diketahui merupakan bagian dari kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang berada dalam skema Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK).

Informasi di lapangan menyebutkan, aktivitas pembukaan lahan diduga telah berlangsung sejak awal tahun 2026 dengan menggunakan alat berat. Perubahan tutupan mangrove yang cukup cepat itu menimbulkan kekhawatiran luas, terutama karena kawasan tersebut sebelumnya merupakan hasil program rehabilitasi dan perhutanan sosial masyarakat.

Sejumlah warga mengaku telah melaporkan dugaan aktivitas tersebut kepada instansi terkait. Aparat dari pemerintah daerah hingga tim penegakan hukum lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disebut telah turun melakukan pengecekan lapangan, termasuk pemantauan menggunakan teknologi drone.

Namun hingga kini, masyarakat menilai belum ada kejelasan mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab penuh atas dugaan perambahan tersebut. Situasi ini memunculkan desakan agar aparat penegak hukum bertindak lebih tegas.

Warga dan pemerhati lingkungan kini secara terbuka meminta perhatian serius dari Kepolisian Daerah Riau, khususnya Kapolda Riau, untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap aktor utama di balik dugaan pembabatan mangrove berskala besar tersebut.

Masyarakat menilai, penanganan yang hanya berhenti pada level lapangan tidak cukup tanpa adanya pengungkapan pihak yang diduga menjadi pengendali atau penanggung jawab utama di balik aktivitas pembukaan lahan tersebut.

Baca Juga:  Pengurus APINDO Kabupaten Bulukumba Ikuti APINDO Run Festival 2026 di Makassar

“Kami berharap Kapolda Riau bisa turun tangan serius. Jangan hanya pelaku di lapangan, tapi juga aktor utama di balik semua ini harus diungkap,” ujar masyarakat kepada tim redaksi Rakyatmonitoring.com

Kerusakan mangrove ini dikhawatirkan berdampak panjang terhadap ekosistem pesisir, mulai dari meningkatnya abrasi, ancaman intrusi air laut, hingga terganggunya mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik luas. Desakan agar penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh terus menguat, seiring harapan agar kawasan mangrove yang tersisa dapat segera diselamatkan dari kerusakan lebih lanjut.

 

Redaksi

Follow WhatsApp Channel rakyatmonitoring.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Memalukan” Kasus Pertikaian Dua Anggota DPRD Pekanbaru di Bandara Soetta Berujung Keranah Hukum
Kapolda Sumatra barat di minta tindak tegas oknum polres Sijunjung yang di duga membeckingi SPBU 13-275-51, Diduga Praktik Pelangsiran BBM Subsidi Masih Beraktifitas dengan terang-terangan, Masyarakat Pertanyakan Hasil Sidak di SPBU Sijunjung
Gubernur Riau Lantik Kepengurusan LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Provinsi Riau
Lahan 12ha Dialihkan Tanpa Hak, Perkara Terus Berlanjut di Polres Siak
Forkopimda Bengkalis Bersama Ibra Teguh, S.H Ucapkan Dirgahayu RI Ke-81: Wujud kan Indonesia, Berdaulat Adil Dan Makmur,,
Ketua MKA LAMR Kuantan Singingi Ajak seluruh Elemen Masyarakat mendukung Polri dalam jaga lingkungan dan mensukseskan Pacu jalur 2026 Kab. Kuansing.
Dampingi Kepala Kantor Wilayah, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Bandar Lampung Hadiri Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Kantor Gubernur Lampung
Klarifikasi Cafe AEON Mata Air: Setiap Pengunjung Selalu Diperiksa, Manajemen Tegas Tolak Peredaran Narkotika
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:55 WIB

“Memalukan” Kasus Pertikaian Dua Anggota DPRD Pekanbaru di Bandara Soetta Berujung Keranah Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Kapolda Sumatra barat di minta tindak tegas oknum polres Sijunjung yang di duga membeckingi SPBU 13-275-51, Diduga Praktik Pelangsiran BBM Subsidi Masih Beraktifitas dengan terang-terangan, Masyarakat Pertanyakan Hasil Sidak di SPBU Sijunjung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Gubernur Riau Lantik Kepengurusan LKS Tripartit dan Dewan Pengupahan Provinsi Riau

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Lahan 12ha Dialihkan Tanpa Hak, Perkara Terus Berlanjut di Polres Siak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Forkopimda Bengkalis Bersama Ibra Teguh, S.H Ucapkan Dirgahayu RI Ke-81: Wujud kan Indonesia, Berdaulat Adil Dan Makmur,,

Berita Terbaru